Taman Nasional Tanjung Puting: Petualangan Susur Sungai, Bertemu Orangutan di Camp Leakey, dan Ekowisata Konservasi Kalimantan

Di jantung Kalimantan Tengah, membentang sebuah hutan hujan tropis yang bukan sekadar hutan, melainkan rumah bagi salah satu primata paling cerdas di bumi—inilah Taman Nasional Tanjung Puting. Sebagai destinasi Ekowisata Kalimantan kelas dunia, Tanjung Puting menawarkan petualangan unik yang tidak ditemukan di tempat lain: menyusuri sungai dengan perahu tradisional Klotok, hidup berdampingan dengan alam, dan yang terpenting, berhadapan langsung dengan ikon hutan Borneo: Orangutan Kalimantan.

Artikel ini akan menjadi panduan lengkap Anda untuk merencanakan perjalanan yang mendalam ke Taman Nasional Tanjung Puting. Kami akan mengupas tuntas warisan Camp Leakey, pengalaman menenangkan Susur Sungai Sekonyer dengan Klotok Tanjung Puting, hingga tips terbaik untuk mendukung upaya Wisata Orangutan Kalteng dan konservasi.

1. Konservasi dan Sejarah Ikonik Taman Nasional Tanjung Puting

Tanjung Puting adalah kisah sukses panjang antara alam dan ilmu pengetahuan.

Habitat Utama Orangutan Kalimantan

Taman Nasional Tanjung Puting adalah salah satu benteng terakhir bagi populasi Orangutan Kalimantan liar, yang statusnya terancam punah (critically endangered). Kawasan ini mencakup hutan rawa gambut, hutan riparian, dan hutan tropis dataran rendah yang menjadi habitat ideal bagi primata yang dikenal cerdas dan pemalu ini. Kunjungan ke Tanjung Puting secara langsung mendukung upaya konservasi dan pelestarian spesies ikonik ini.

 

Camp Leakey: Warisan Dr. Biruté Galdikas

Jantung konservasi di Tanjung Puting adalah Camp Leakey. Didirikan pada tahun 1971 oleh primatologis terkenal asal Kanada, Dr. Biruté Galdikas. Beliau adalah salah satu dari trio peneliti wanita terkenal (The Trimates), bersama Jane Goodall (Simpanse) dan Dian Fossey (Gorila), yang mendedikasikan hidupnya untuk meneliti primata.

Camp Leakey berfungsi sebagai pusat rehabilitasi, riset, dan feeding station (pos pemberian makan) bagi Orangutan yang telah diselamatkan dari perdagangan ilegal atau konflik manusia-satwa. Mengunjungi kamp ini adalah kesempatan emas untuk mempelajari ilmu primata dan upaya konservasi secara langsung.

 

2. Pengalaman Utama Taman Nasional Tanjung Puting: Susur Sungai dengan Klotok

Cara utama untuk menjelajahi TN Tanjung Puting adalah melalui petualangan air yang intim.

Klotok Tanjung Puting: Penginapan Terapung yang Khas

Pengalaman paling khas di Tanjung Puting adalah berlayar dan menginap di atas Klotok Tanjung Puting. Klotok adalah perahu kayu tradisional yang dimodifikasi. Kapal ini dilengkapi dengan kasur yang ditutup kelambu di dek atas, kamar mandi sederhana, dan area makan. Perjalanan selama 2 atau 3 hari di atas klotok memberikan pengalaman imersif yang total: Anda bangun dengan suara hutan, berlayar di siang hari, dan tidur di bawah jutaan bintang di malam hari.

 

Menjelajahi Sungai Sekonyer dan Ekosistem Rawa Gambut

Perjalanan Anda akan didominasi oleh Susur Sungai Sekonyer. Air sungai ini berwarna hitam pekat kecoklatan, yang merupakan ciri khas ekosistem hutan rawa gambut. Meskipun terlihat gelap, air ini adalah rumah bagi biota air tawar dan menjadi cermin sempurna bagi rimbunnya vegetasi hutan. Saat klotok bergerak perlahan, pemandangan pohon-pohon besar dan akar-akar yang menjuntai menciptakan atmosfer rimba yang kental.

 

3. Stasiun Feeding dan Interaksi Satwa Taman Nasional Tanjung Puting

Kunjungan ke stasiun pemberian makan adalah momen puncak untuk melihat Orangutan.

Tiga Stasiun Pemberian Makan yang Wajib Dikunjungi

Perjalanan Wisata Orangutan Kalteng biasanya mencakup kunjungan ke setidaknya dua atau tiga feeding station (pos pemberian makan) yang dikelola oleh petugas konservasi:

  1. Tanjung Harapan: Stasiun yang paling dekat dengan Pelabuhan Kumai, sering menjadi pemberhentian pertama.
  2. Pondok Tanggui: Pos kedua, sering terlihat Orangutan remaja dan induk bersama anaknya.
  3. Camp Leakey: Pos yang paling jauh, tempat Anda paling mungkin bertemu dengan Orangutan jantan besar (seperti dominant male) dan Orangutan yang telah lama dilepasliarkan.

Di stasiun ini, Orangutan yang sedang direhabilitasi akan datang mencari pisang atau susu yang disediakan. Interaksi ini terjadi secara alami dan wajib menjaga jarak aman.

 

Satwa Liar Lain di Sepanjang Sungai

Ekowisata Kalimantan di Tanjung Puting menawarkan lebih dari sekadar Orangutan. Di sepanjang pinggiran sungai, Anda akan disuguhi pemandangan satwa liar lainnya, terutama:

  • Bekantan (Proboscis Monkey): Monyet hidung panjang endemik Borneo yang sering terlihat bergerombol di pohon-pohon pinggir sungai, terutama saat senja.
  • Monyet Ekor Panjang (MEP): Monyet yang lebih umum dan lincah.
  • Burung Enggang/Rangkong: Jika beruntung, Anda bisa melihat burung ikonik Kalimantan ini.

Malam hari, pemandu lokal sering mengajak Anda mencari kunang-kunang di hutan bakau, menambah nuansa magis perjalanan.

 

4. Panduan Praktis dan Logistik Kunjungan Taman Nasional Tanjung Puting

Aksesibilitas via Pangkalan Bun

Akses menuju Taman Nasional Tanjung Puting dimulai dari Bandara Iskandar (PKN) di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

  • Penerbangan: Terbang ke Pangkalan Bun.
  • Darat: Dari bandara, Anda harus melanjutkan perjalanan darat selama 30-45 menit ke Pelabuhan Kumai.
  • Laut: Dari Pelabuhan Kumai, Anda akan bertemu dengan kapal Klotok yang telah disewa dan memulai perjalanan Susur Sungai Sekonyer.

 

Durasi Kunjungan Ideal dan Tiket Masuk

  • Durasi: Disarankan mengambil paket 3 Hari 2 Malam untuk memastikan Anda sempat mengunjungi Camp Leakey dan menikmati suasana malam di sungai.
  • Persiapan: Obat anti-serangga (mosquito repellent) sangat penting. Bawalah pakaian berwarna gelap/netral (agar tidak menarik perhatian serangga), dan persiapkan fisik untuk cuaca tropis yang lembap.
  • Tiket Masuk Tanjung Puting: Biaya total perjalanan mencakup Tiket Masuk Tanjung Puting (retribusi TN), biaya sewa klotok (termasuk makan dan penginapan), serta biaya pemandu (guide). Biasanya, paket ini sudah diatur oleh agen perjalanan lokal.
Social Share :